Yuk Kenali Standar Kemiringan Atap yang Ideal Berdasarkan Jenisnya!
Kemiringan atap rumah yang ideal harus diperkirakan sesuai dengan jenis bahan atap. Jadi, Anda tidak bisa sembarangan menentukan derajat kemiringannya tanpa mempertimbangkan material yang akan Anda gunakan.
Untuk rumah di Indonesia memang idealnya memakai model atap rumah yang miring. Untuk menyesuaikan tingkat kemiringannya, Anda harus mengetahui standar kemiringan yang ideal. Setiap jenis atap memiliki ukuran kemiringan yang berbeda-beda.
Simak ulasan mengenai standar kemiringan untuk atap, serta berapa ukuran idealnya bagi tiap jenis atap di sini!
Cara Menghitung Kemiringan Atap Rumah
Sebelum melangkah ke standar kemiringan bagi beberapa jenis atap, sebaiknya Anda mengetahui cara perhitungan untuk menentukan kemiringan bagi atap. Berikut ini tahapannya!
- Menghitung Panjang Setengah Alas Atap Rumah
Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan perhitungan panjang setengah alas atap rumah Anda. Hitunglah sisi samping pada atap rumah kemudian dibagi dua.
Misalnya, jika total panjang sisi samping rumah 10 meter, maka panjang yang akan terpakai adalah setengahnya yaitu 5 meter.
- Menghitung Tinggi Atap Rumah
Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan tinggi atap rumah. Cara perhitungannya dengan melakukan pengukuran dari plafon ke sisi tertinggi yang biasanya nampak mirip belahan atau pemisah rumah.
- Menghitung Kemiringan Atap Rumah
Untuk langkah selanjutnya adalah perhitungan kemiringan pada atap rumah dengan memakai rumus Pythagoras c2 = b2 + a2. a sebagai tinggi atap, b alas atap, c kemiringan suatu atap.
Standar Kemiringan untuk Atap Rumah Menurut Jenis Atap
Setelah mengetahui cara perhitungan di atas, kini saatnya Anda mengetahui standar ukuran kemiringan bagi atap berdasarkan jenis-jenisnya.
- Atap Seng
Penggunaan atap seng masih banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia. Sebab atap seng lebih ringan, ekonomis dan mudah untuk dipasang.
Hanya saja memang atap seng ini tidak menyerap panas. Standar kemiringan bagi jenis atap seng adalah 15 sampai 25 derajat.
- Atap Aspal
Terdapat beberapa rumah yang menggunakan bahan aspal sebagai atapnya. Kelebihan memakai atap aspal lebih mudah dalam pembentukannya. Standar kemiringannya bisa mencapai hingga 90 derajat.
- Atap Metal
Pemakaian atap metal ini juga cukup populer di Indonesia. Sebab harganya lebih ekonomis dan bisa diatur kemiringannya hingga 35 derajat.
- Atap Spandek
Bagi Anda yang ingin menggunakan atap spandek, pemasangannya sebaiknya berada di kemiringan 5 sampai maksimal 60 derajat.
- Atap Fiber Semen
Tidak kalah populer digunakan di Indonesia, atap fiber semen dengan desain gelombang kecil ataupun gelombang besar dari Djabesmen kerap terlihat menghiasi hunian masyarakat.
Djabesmen menyediakan atap yang ekonomis, mudah dibentuk, ringan, kokoh dan tahan perubahan cuaca ini bisa diatur kemiringannya hingga 20 derajat.
Atap ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan atap metal:
- Tidak Panas: Atap fiber semen Djabesmen memiliki kemampuan isolasi termal yang lebih baik, sehingga tidak menyerap panas sebanyak atap metal. Ini membuat ruangan di bawahnya tetap sejuk, bahkan di tengah hari yang terik.
- Tidak Berisik Saat Hujan: Atap fiber semen Djabesmen tidak menghasilkan suara berisik saat terkena hujan deras, berbeda dengan atap metal yang sering kali mengeluarkan suara yang cukup mengganggu.
- Tidak Karat: Karena terbuat dari bahan non-logam, atap fiber semen Djabesmen tidak akan berkarat seperti atap metal, menjadikannya pilihan yang lebih tahan lama dan bebas perawatan.

Tips Pemasangan Atap Rumah yang Ideal
Pemasangan atap rumah tidak bisa asal-asalan. Berikut ini adalah tips untuk memasang atap rumah yang sesuai standar dan menjadikan atap rumah di posisi yang ideal. Sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu memberikan perlindungan bagi penghuni rumah.
- Pilih Atap yang Tepat
Anda harus memilih atap yang memang sesuai dengan konsep rumah Anda. Selain itu perlu diperhatikan juga daerah tempat tinggal Anda.
Jika tinggal di daerah yang sering hujan, akan lebih baik menggunakan atap miring dan bergelombang. Salah satunya mungkin bisa memakai atap fiber semen dari Djabesmen, atap yang kokoh, dapat mengalirkan air, dan berkualitas.
- Gunakan Pelapis Atap
Untuk memperkuat atap serta mencegah dari kebocoran, Anda bisa menggunakan cat pelapis. Untuk itu, Anda bisa memilih atap fiber semen yang berwarna dasar abu-abu.
Warna netral tersebut akan mudah dilapisi cat yang sesuai selera Anda. Sehingga selain menambah kekuatan atap juga menambah kesan estetika pada atap Anda.
- Memakai Atap Miring
Indonesia dengan iklim tropis memang paling cocok menggunakan model atap miring. Sehingga lebih mudah mengalirkan hujan, selain itu juga membuat sirkulasi udara menjadi lebih lancar.
Dengan atap miring, tidak akan ada genangan air di atas atap yang berpotensi menyebabkan kebocoran atap.
- Atur Kemiringan Atap Sesuai Jenisnya
Ketika Anda hendak melakukan pemasangan atap, sebaiknya perlu untuk memperhatikan standar kemiringan yang ideal.
Tentukan dulu jenis atap yang hendak Anda pakai, kemudian pemasangannya menyesuaikan dengan standar ideal ukuran yang sudah dijelaskan di atas.
- Memakai Tritisan
Jika Anda tidak menghendaki air hujan yang langsung menetes begitu saja di sekitar atap, Anda bisa menggunakan tritisan. Sehingga air hujan di tamping dulu sebelum benar-benar turun dari atap.
Selain itu, dengan adanya teritisan ini juga bisa membuat tembok Anda terhindar dari cipratan langsung air hujan.
Rekomendasi Atap Djabesmen untuk Rumah yang Nyaman
Seperti yang telah disinggung di atas, Anda bisa menggunakan atap Djabesmen untuk mendukung kenyamanan hunian Anda. Berikut ini rekomendasi produk atap Djabesmen yang kokoh dan berkualitas tinggi.
- Atap Djabes 11
Atap fiber semen dengan ukuran gelombang kecil berjumlah 11 dari Djabesmen bisa menjadi pilihan Anda. Lebar terpakai dari atap ini 725 mm dengan jarak gelombangnya 75 mm. Sementara untuk tinggi gelombangya 20 mm.
- Atap Djabes 14
Atap fiber semen dengan ukuran gelombang kecil berjumlah 14 dari Djabesmen bisa menjadi pilihan Anda. Lebar terpakai dari atap ini 975 mm dengan jarak gelombangnya 75 mm. Sementara untuk tinggi gelombangya 20 mm.
- Atap Djabes 6
Atap fiber semen dengan ukuran gelombang besar berjumlah 6 dari Djabesmen bisa menjadi pilihan Anda.
Lebar terpakai dari atap ini 900 mm dengan jarak gelombangnya 180 mm. Sementara untuk tinggi gelombangya 50 mm dengan ketebalan 5 mm dan 6 mm.
- Atap Djabes Genteng
Atap berbahan genteng dari Djabesmen dengan jumlah gelombang 18 daun per lembarnya. Ukuran lebar terpakainya 1100 mm dan panjang terpakainya minus 100 mm.
Semua produk Djabesmen juga dapat diaplikasikan pada berbagai kemiringan atap dengan minimal kemiringan 20 derajat. Anda bisa dengan mudah mendapatkan atap Djabesmen yang Anda inginkan di toko bangunan terdekat. Kunjungi djabesmen.co.id untuk mendapatkan lebih banyak informasi mengenai produk kami!
Apa Jenis Atap Terbaik untuk Kandang Ayam? Ini Perbandingan Lengkapnya
Atap fiber semen menjadi pilihan paling stabil untuk kandang ayam di iklim tropis karena memiliki konduktivitas panas lebih rendah dibanding atap metal dan lebih tahan lembap dibanding atap semen konvensional
Baca Selengkapnya arrow_right_alt
3 Jenis Atap Rumah Terkuat yang Paling Diminati
3 Jenis Atap Rumah Terkuat yang Paling Diminati
Baca Selengkapnya arrow_right_alt
Kenali Ciri Atap Fiber Yang Kuat Untuk Rumah
Kenali Ciri Atap Fiber Yang Kuat Untuk Rumah
Baca Selengkapnya arrow_right_alt
Jenis-Jenis Plafon Rumah yang Wajib Anda Tahu!
Sebelum membeli, kenali dulu setiap jenis plafon rumah agar tidak salah pilih! Berikut penjelasan selengkapnya.
Baca Selengkapnya arrow_right_alt